Rabu, 20 November 2019

Assalamualaikum Sobat YLunak

Setelah kita belajar tentang apa itu test case, manfaat test case, format penulisan test case. Kemudian YLunak juga sudah memberi contoh test case dalam fitur login. Agar Sobat YLunak lebih memahami test case, YLunak akan memberikan contoh test case lagi, yaitu Contoh Test Case Fitur Pencarian.

Langsung saja ya, untuk format penulisan tetap sama.

Fitur yang akan kita cek yaitu fitur pencarian pada web ylunak.com. Sedikit penjelasan, fitur pencarian pada ylunak.com digunakan untuk mencari artikel berdasarkan judul dan isi artikel.
Dan ketika kita mencari data yang tidak ada, maka tidak ada artikel yang tampil.



Contoh Test Case Fitur Pencarian



Penjelasan mengenai bagian-bagiannya, Sobat YLunak bisa baca di sini
Selamat belajar !

Senin, 18 November 2019





Assalamualaikum Sobat YLunak

Kali ini kita akan belajar mengenai apa itu Test Case dalam Pengujian Aplikasi/ Testing Aplication
Oke langsung saja


1. Pengertian Test Case

Test Case atau Uji Kasus adalah, serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengetahui apakah suatu fitur aplikasi dapat berfungsi atau berjalan dengan baik.

2. Manfaat Test Case

Selain itu,  sebuah dokumen test case akan sangat berguna bagi seorang tester dalam melakukan pengujian aplikasi agar lebih terstruktur. Selain itu, dokumen test case juga bisa digunakan sebagai laporan terkait progres atau perkembangan aplikasi yang sedang dibangun. Mana saja yang sudah berfungsi dengan baik, mana saja yang masih belum berfungsi atau biasa di sebut bug.

3. Format Test Case secara umum

Secara umum, sebuah dokumen test case terdiri dari :
- Fitur
- Test Case ID
- Test Case Description
- Pre-Confition
- Test Step
- Expected Result
- Actual Result
- Status

Fitur, bagian ini berisi nama fitur yang akan di test
Test Case ID, bagian ini berisi ID test case yang kita buat. Test Case Id berguna dalam pelacakan Test Case, misalnya saat terjadi bugs
Test Case Description, bagian ini terdiri dari 2, terkait jenis test case (Valid atau Invalid). Kemudian terkait deskripsi case yang akan di test
Pre-Condition, bagian ini berisi kondisi aplikasi atau fitur aplikasi yang sebelum di test
Test Step, bagian ini berisi langkah-langkah atau skenario test yang kita lakukan
Expected Result, bagian ini berisi kondisi yang di harapkan sebuah fitur ketika berjalan dengan baik
Actual Result, bagian ini berisi kondisi fitur aplikasi setelah di test, apakah sesuai atau kondisinya kebalikan dari yang di harapkan
Status, bagian ini berisi hasil test yang di lakukan (Pass atau Fail)

Setelah kita thu apa itu Test Case dan Format penululisannya. Agar lebih jelas, kita perlu sebuah contoh Test Case. Klik Contoh Test Case Login Aplikasi

Selamat Belajar Sobat YLunak

Sabtu, 16 November 2019


Assalamu’alaikum Sobat YLunak

Seperti judul artikel ini; Contoh Test Case Login. Kali ini kita akan membahas terkait manual testiing, yaitu Test Case Login. Tapi yang Ylunak contohkan, test case secara umum, ya, Sob. Hehe. Oke, kita mulai.

Contoh Test Case Login Aplikasi


Tapi sebelum itu. Kalian sudah tahu atau belum, Test Case itu apa? Kalau belum tahu. Bisa baca Pengertian Test Case dalam Testing Aplikasi  dulu ya biar nyambung. Kalau yang sudah baca, bisa lanjut mengikuti bahasan kita kali ini.

Fitur Login dalam sebuah aplikasi merupakan fitur yang sangat penting. Karena jika ada sebuah bugs dalam fitur ini, kita akan mengalami kendala dalam pengaksesan sebuah aplikasi atau bahkan terkait keamanan data dan akun kita. Contohnya saja, jika ada sebuah case begini,

Ylunak sudah mendaftarkan akun pada aplikasi A (contoh). Dalam proses pendaftaran tersebut, sudah diinfokan, kalau pendaftaran tersebut berhasil. Seharusnya, secara umum, ketika Ylunak login dengan akun yang sudah di daftarkan akan berhasil. Tapi yang terjadi justru kebalikannya. Ylunak tidak bisa login aplikasi A tersebut. Kalau sudah begini, ya kita mau gimana ya? Haha.

Ini adalah contoh fitur login pada aplikasi yang akan kita buat test case nya, 

Contoh tampilan halaman login aplikasi yang akan kita buat test case nya


Oke, kembali ke Test Case. Ini Contoh Test Case Login
Contoh test case

FITUR
TEST CASE ID
TEST CASE DESCRIPTION
PRE-CONDITION
TEST STEP
EXPECTED RESULT
ACTUAL RESULT
STATUS
Login
TC001
Valid
Login menggunakan username dan password yang sudah di daftarkan
User sudah bisa mengakses tampilan login aplikasi
1.Isikan username : Ylunak
2. Isikan password : yl2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login Sukses!” dan proses login berhasil
sesuai
Pass
TC002
Login dengan memperhatikan huruf besar kecil (case sensitive)
1.Isikan username : ylUNak
2. Isikan password : YL2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Tampil alert gagal, tapi user diarahkan ke halaman dashboard aplikasi
Fail

TC003
Invalid
Login menggunakan username yang salah
User sudah bisa mengakses tampilan login aplikasi
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yl2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Tampil alert gagal, tapi user diarahkan ke halaman dashboard aplikasi
Fail

TC004
Login menggunakan password yang salah
1.Isikan username : YLunak
2. Isikan password : yapena
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Sesuai
Pass

TC005
Login menggunakan username dan  password yang salah
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yapena2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Sesuai
Pass

TC006
Login menggunakan username dan  password yang sudah terdaftar
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yapena2019
3. Klik tombol batal
Textfield username dan password akan tereset
Sesuai
Pass

NB : username - password yang sudah di daftarkan yaitu YLunak – yl2019

Nah itulah contoh test case pada fitur login aplikasi. Selamat belajar.

Sabtu, 31 Agustus 2019

Assalamualaikum Sobat YLunak!

Kali ini aku akan berbagi tutorial nih, Cara Menginstall XAMPP Versi 7.2.3 + Mengganti Port Apache. Kalau Sobat YLunak ada kendala dan ingin mengubah port MySQL, bisa liat di sini ya "Mengubah Port MySQL pada XAMPP". Langsung aja, yah.


Menginstal Xampp versi PHP 7.2.3 dan mengubah port apache- Cara Menginstall XAMPP Versi 7.2.3 + Mengganti Port Apache
Menginstal Xampp versi PHP 7.2.3 dan mengubah port apache

1. Pastikan anda sudah mendownload installer xampp versi 7.2.3
2. Jika sudah ada, maka kita akan lanjut ke proses penginstallan xampp di perangkat computer
3. Klik dua kali pada file xampp yang sudah anda download, kemudian muncul message box, klik Yes untuk melanjutkan proses penginstallan
4. Jika muncul message box seperti gambar di bawah, klik OK, saja
Ok



 5.    Kemudian, klik next
Next

6. Di form ini, kita bisa memilih apa yang akan kita install. Tapi saya biarkan tercentan semua. Jadi semua yang tercentang akan terinstall. Klik Next untuk melanjutkan.
Memilih yang akan diistall dalam xampp install xammp version 7 32 bit 64 bit windows
Memilih yang akan diinstall dalam xampp




 7. Selanjutnya, akan tampil form seperti pada gambar dibawah ini. Di sini, kita di perintahkan untuk mengatur folder lokasi penginstallan xampp. Secara default, akan tampil C:\xampp. Kemudian klik Next.


Jika di disk C belum ada folder xampp, anda tidak perlu mengubah lokasinya. Tapi jika sudah ada, kita ubah lokasi penyimpanannya. Jika tidak kita ubah, maka data pada folder C:\xampp akan terhapus.



8. Melanjutkan point ke-7, jika kita akan mengubah lokasi penyimpanannya, kita klik icon browse
Kemudian akan tampil :
Folder xampp72 adalah folder yang saya buat. Untuk membuatnya, klik tombol Make New Folder, kemudian ketikkan nama foldernya. Untuk memilih folder xampp72,  klik tombol OK.
Setelah itu, akan tampil seperti pada gambar. Kemudian klik Next.

Catatan : untuk point 8, dilakukan jika di disk C: sudah ada folder xampp. Jika di disk tersebut belum ada, maka tidak perlu membuat folder baru.

9.    Klik Next




 10. Setelah kita klik Next, seperti pada point 9, computer akan menampilkan halaman bitnami.com. Kita abaikan saja.
Bitnami.com

11. Buka proses penginstallan lagi, akan muncul form seperti pada gambar di bawah. Kemudian klik Next.

12. Di sini proses penginstallan berjalan. Jangan klik tombol Cancel, karena akan membatalkan proses penginstallan xampp.

13. Setelah beberapa menit, proses penginstallan akan selesai. Kemudian akan muncul form seperti pada gambar di bawah. Klik Finish.


14. Di bagian ini kita dihadapkan pilihan untuk mengatur Bahasa yang akan di pakai di xampp nya. Pilih bahasanya, kemudian klik Save.

15. Akan muncul XAMPP Control Panel. Untuk mengecek apakah xampp sudah berjalan atau belum. Kita coba klik Start  pada Apache dan MySQL.


 




16. Ketika klik Start pada Apache, akan muncul message box seperti pada gambar di bawah. Klik Cancel atau icon Close. Jika kita klik Allow Access, maka apache nya akan di block. Begitu pula ketika kita klik Start pada MySQL, lakukan hal yang sama seperti pada sebelumnya.


17. Apache dan MySQL berhasil dinyalakan.


 18. Kemudian, jika kita akan mengubah port pada apache nya, kita perlu mengubah di 2 file (httpd.conf dan httpd-ssl.conf)


Untuk di file httpd.conf, kita ubah port 80 menjadi 8080(bebas). Kita ubah pada bagian :
Listen 80 menjadi Listen 8080
ServerName Localhost : 80 menjadi ServerName Localhost : 8080
Jika sudah, tekan Ctrl+S untuk menyimpan perubahan.


Untuk di file httpd-ssl.conf kita ubah port 443 menjadi 4433. Kita ubah pada bagian :
Listen 443 menjadi Listen 4433
<VirtualHost _default_:443> menjadi <VirtualHost _default_:4433>
ServerName ww.example.com:443 menjadi ServerName ww.example.com:4433
Jika sudah, tekan Ctrl+S untuk menyimpan perubahan.

19. Kita ReStart Apache dan MySQL nya. Kemudian akan tampil port yang sudah kita ubah tadi.


Oke, xampp sudah bisa berjalan, nih, Sob. Selamat!

Semoga tutorial ini bermanfaat, yah. Jika ada kritik saran yang membangun. Silahkan taruh di kolom komentar. Thanks.

Jumat, 23 Agustus 2019

Assalamualaikum sobat Ylunak.
Kali ini kita akan belajar function pada mysql.

Ada lima function yang akan kita pelajari, yaitu count(), max(), min(), sum(), dan avg().
Belajar Query MYSQL Menggunakan Function Count, Max, Min, Sum, Avg

Apa sih kelima function itu??
Hmmm... Begini, kita pelajari satu persatu yah, sob!

struktur tabel yang digunakan untuk menjalankan function max, min, avg, sum, count
struktur tabel yang digunakan untuk menjalankan function max, min, avg, sum, count


1. Count()
Fungsi count ini digunakan untuk menghitung banyaknya row dalam tabel yang kita select.

select count(*) from nama_tabel;
select count(nama_kolom) from nama_tabel;

Contoh :


function count all count(*) mysql
contoh penggunaan count(*)

Tapi, perlu diingat, penggunaan count(*) lebih aman untuk mengecek banyaknya data. Misal terjadi case begini : kita akan menghitung jumlah data di sebuah tabel, kita sebutin nih nama kolomnya, 

select count(tahun) from desa;

Jumlah semua data pada tabel desa ada 10, tapi 2 data di tabel desa tidak ada value nya pada kolom tahun. Ketika kita menampilkan menggunakan perintah seperti di atas, jumlah yang muncul hanya 8.


2. Max()
Fungsi max ini digunakan untuk menampilksn nilai terbesar dari suatu tabel.

select max(nama_kolom) from nama_tabel;

Contoh :


contoh query menggunakan max()
contoh query menggunakan function max


3. Min()
Fungsi min kebalikan dari max(), yaitu menampilkan nilai terkecil dari suatu tabel.

select min(nama_kolom) from nama_tabel;

Contoh :

contoh query menggunakan min()
contoh query menggunakan function min


4. Sum()
Fungsi sum, digunakan untuk menjumlahkan data berupa angka

select sum(nama_kolomfrom nama_tabel;
select nama_kolom1, nama_kolom2,.., sum(nama_kolomN). from nama_tabel group by nama_kolom1, nama_kolom2,...

Yang perlu kita garis bawahi pada query ke-2, jika kita menjumlahkan dengan tetap menampilkan kolom lain, kita wajib menambahkan group by.
Q : kalau ngga pakai group by kenapa?
A : error
Isian kolom pada group by itu tergantung data yang kita select. ya sob!

Contoh :

penggunaan sum() tanpa alias
penggunaan sum() tanpa alias

penggunaan sum() dengan alias
penggunaan sum() dengan alias ditandai adanya as
untuk yang kedua, as  atau alias  dipakai jika untuk mengganti nama kolom yang tampil, seperti sum(harga) menjadi harga

penggunaan sum() dengan alias dan menampilkan kolom lain juga ditambah group by
penggunaan sum() dengan alias dan menampilkan kolom lain juga
yang ketiga ini hanya contoh saja, sobat YLunak bisa explore sendiri, yah


5. AVG()
Fungsi avg, digunakan untuk menghitung jumlah rata-rata

select avg(nama_kolom) from nama_tabel;

Contoh :

penggunaan avg() untuk menghitung rata-rata dalam mysql
penggunaan avg() untuk menghitung rata-rata

Jadi sebenarnya, kelima function itu kegunaannya bisa ditebak lewat arti dan kepanjangan dari function tersebut, Sob! Selamat belajar! Semoga bermanfaat!

Kamis, 22 Agustus 2019

Assalamualaikum sobat Ylunak

Kali ini kita akan belajar query dasar mysql, yaitu SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE.

Hmm, kegunaan keempat query tersebut apa sih? Oke kita bahas satu persatu beserta contoh penggunaannya biar mantul.

Penggunaan Perintah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE pada MYSQL


FYI : tabel yang aku pakai --> siswa
ini struktur tabelnya :

1 menampilkan struktur tabel dengan desc nama_tabel atau describe nama_tabel
1 menampilkan struktur tabel dengan desc nama_tabel atau describe nama_tabel



1. SELECT
Perintah ini berfungsi untuk menampilkan isi data dari tabel yang akan kita tampilkan.

Struktur penulisannya :

select * from nama_tabel; 


tanda * artinya all/semua, jadi query tersebut digunakan untuk menampilkan semua data dalam tabel.

select nama_kolom1, nama_kolom2,... from tabel;


kita juga bisa menampilkan data dalam beberapa kolom saja. Jadi, kita ngga lagi pakai *, tapi kita sebutin satu satu nama kolom yang akan kita tampilkan.

Contoh :
2. menampilkan data dalam tabel dengan perintah select mysql
2. menampilkan data dalam tabel dengan perintah select mysql


2.  INSERT
Perintah ini berfungsi untuk menambahkan data dalam sebuah tabel.

Struktur penulisannya :

insert into nama_tabel (nama_kolom1, nama_kolom2,...) values (isi_kolom1, isi_kolom2,...);

cara yang pertama ini kita bisa nyebutin dulu nama kolomnya, sob.

insert into nama_tabel values (isi_kolom1, isi_kolom2,...);

untuk yang kedua, kita bisa menambahkan data tanpa menyebutkan nama kolomnya.

Contoh :
3 menambahkan data dalam tabel dengan perintah insert mysql dengan menyebutkan kolom
3 menambahkan data dalam tabel dengan perintah insert mysql dengan menyebutkan kolom

3 menambahkan data dalam tabel dengan perintah insert mysql tanpa menyebutkan kolom
3 menambahkan data dalam tabel dengan perintah insert mysql tanpa menyebutkan kolom


3. UPDATE
Seperti artinya, yaitu memperbarui/mengedit. perintah ini digunakan untuk memperbarui data dalam sbuah tabel. Biasanya perintah ini berpasangan dengan where untuk menentukan kondisinya. Jika kita menggunakan perintah update tanpa menggunakan where, otomatis dalam satu tabel tersebut akan berubah semua.

Struktur penulisannya :

update nama_tabel set nama_kolom;

update nama_tabel set nama_kolom where kondisi;

Contoh :

3. mengubah data dalam tabel dengan perintah update mysql tanpa penggunaan where
3. mengubah data dalam tabel dengan perintah update mysql tanpa penggunaan where

3. mengubah data dalam tabel dengan perintah update mysql
3. mengubah data dalam tabel dengan perintah update mysql


4. DELETE
Perintah ini digunakan untuk menghapus data dalam tabel. Biasanya juga berpasangan dengan where untuk menentukan kondisinya. kalau penggunaan perintah ini tanpa disertai kondisi, datanya akan terhapus semua.

Struktur penulisannya :

delete from nama_tabel

delete from nama_tabel where kondisi

Contoh :
4. menghapus data dalam tabel dengan perintah delete mysql
4. menghapus data dalam tabel dengan perintah delete mysql

4. menghapus data dalam tabel dengan perintah delete mysql tanpa where
4. menghapus data dalam tabel dengan perintah delete mysql tanpa where



Nah, dari penjelasan tadi, sudah paham kan sob? Pastilah paham. Semoga bermanfaat! Selamat belajar!