Kamis, 30 April 2020

Assalamu'alaikum Sobat YLunak!

Buat Sobat YLunak, penah ngga sih port Apache atau port MySQL di xampp kalian bertabrakan dengan port di xampp yang lain? Kalau iya, berarti kalian sedang membaca artikel yang tepat. Buat Sobat YLunak yang port Apache-nya bertabrakan, bisa baca artike ini ya "Mengubah Port Apache pada XAMPP". Dan kalau port MySQL-nya yang bertabrakan, kalian sudah berada diartikel yang tepat. Oke, lanjut saja..


Mengubah Port MySQL pada Xampp


Cara mengubah port MySQL pada Xampp : 

1. Buka Xampp Control Panel nya, lalu klik tombol config. Buka File my.ini


Mengubah Port MySQL pada Xampp


2. Default portnya biasanya 3306. Cari tulisan yang mengandung 3306 dan ubah menjadi 3307.

Membuka file my.ini

3307 ini port baru yang akan menggantikan port 3306, ya, Sob. Ada lima bagian yang mengandung 3306. Seperti : 

--> pertama :
# The following options will be passed to all MySQL clients
[client]
# password = your_password
port = 3306
socket = "C:/xampp1/mysql/mysql.sock" 

--> kedua :
# The MySQL server [mysqld] port= 3306 socket = "C:/xampp1/mysql/mysql.sock" basedir = "C:/xampp1/mysql"
[mysqld]
port= 3306
socket = "C:/xampp1/mysql/mysql.sock"
basedir = "C:/xampp1/mysql" 

--> ketiga :
where you replace <host>, <user>, <password> by quoted strings and
# <port> by the master's port number (3306 by default).

--> keempat :
# CHANGE MASTER TO MASTER_HOST='125.564.12.1', MASTER_PORT=3306,
# MASTER_USER='joe', MASTER_PASSWORD='secret';

--> kelima :
# The port the master is listening on.
# optional - defaults to 3306
#master-port = <port>
# optional - defaults to 3306
#master-port = <port> 

Sebenarnya yang bagian yang perlu diubah hanya pada bagian pertama dan kedua. Bagian keempat dan kelima tidak perlu, karena mereka terletak di teks yang dikomentar (tidak dieksekusi saat Xampp sedang dijalankan), tapi menurut YLunak, bagian kelima bagian tersebut perlu diubah untuk lebih memudahkan kita. Istilahnya "diseragamkan untuk kemudahan". Begitu, hehe. 

3. Setelah port lama diubah menjadi port yang baru, tekan Ctrl + S untuk menyimpan file.

4. Re-start MySQL nya. Dan selamat, port MySql milik Sobat YLunak sudah tidak bertabrakan lagi dan berhasil diubah.


Port MySQL berhasil diubah


Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Wassalamu'alaikum.

Sabtu, 22 Februari 2020


Assalamu’alaikum Sobat Ylunak!

Kali ini Ylunak akan berbagi jurus sakti nih. Tentunya sangat berguna buat Sobat semua. Jurus yang membantu mempercepat, mempermudah, dan meringankan kerja Sobat semua. Apa itu? Penggunaan tombol Ctrl + pada Ms.Word, tapi juga bisa diterapin di Libree Office, kok. Langsung saja yah, Sob.

Rumus Sakti Tombol Ctrl pada Ms. Word

Ctrl + A  = untuk memilih semua teks di dokumen yang sedang dibuka
Ctrl + B = untuk menebalkan teks yang dipilih
Ctrl + C = untuk menyalin teks yang dipilih
Crtl + D = untuk membuka dialog box font
Ctrl + E = untuk membuat teks menjadi rata tengah
Crtl + F = untuk mencari teks
Ctrl + G = untuk menuju ke halaman yang diinginkan
Ctrl + H = untuk mencari dan mereplace teks
Ctrl + I = untuk membuat teks menjadi miring
Ctrl + J = untuk membuat teks menjadi rata kanan kiri
Ctrl + K = untuk menambahkan hyperlink
Ctrl + L = untuk membuat teks menjadi rata kiri
Ctrl + M = untuk mengatur jarak teks dari margin sebelah kiri
Ctrl + N = untuk membuat dokumen baru
Ctrl + O = untuk membuka file
Ctrl + P = untuk mencetak dokumen
Ctrl + Q = untuk menghapus jarak teks dengan margin bagian kiri
Ctrl + R = untuk membuat teks menjadi rata kanan
Ctrl + S = untuk menyimpan dokumen
Ctrl + T = untuk mengatur jarak Hanging Indent, yaitu mengatur jarak teks dengan margin bagian kiri, namun hanya di baris pertama saja
Ctrl + U = untuk membuat teks diberi garis bawah
Ctrl + V = untuk menempelkan hasil teks yang telah di salin
Ctrl + W = untuk menutup dokumen yang sedang dibuka
Ctrl + X = untuk memotong teks yang dipilih
Ctrl + Y = untuk kembali ke perintah yang telah dibatalkan/ redo
Ctrl + Z = untuk membatalkan perintah

Wah, mantap sekali. Dari A sampai Z akhirnya selesai juga. Selamat mencoba yah, Sob! Jika ada yang mau menambahi atau diskusi, silahkan tulis di kolom komentar yah.
Wassalamu’alaikum

Rabu, 20 November 2019

Assalamualaikum Sobat YLunak

Setelah kita belajar tentang apa itu test case, manfaat test case, format penulisan test case. Kemudian YLunak juga sudah memberi contoh test case dalam fitur login. Agar Sobat YLunak lebih memahami test case, YLunak akan memberikan contoh test case lagi, yaitu Contoh Test Case Fitur Pencarian.

Langsung saja ya, untuk format penulisan tetap sama.

Fitur yang akan kita cek yaitu fitur pencarian pada web ylunak.com. Sedikit penjelasan, fitur pencarian pada ylunak.com digunakan untuk mencari artikel berdasarkan judul dan isi artikel.
Dan ketika kita mencari data yang tidak ada, maka tidak ada artikel yang tampil.



Contoh Test Case Fitur Pencarian



Penjelasan mengenai bagian-bagiannya, Sobat YLunak bisa baca di sini
Selamat belajar !

Senin, 18 November 2019





Assalamualaikum Sobat YLunak

Kali ini kita akan belajar mengenai apa itu Test Case dalam Pengujian Aplikasi/ Testing Aplication
Oke langsung saja


1. Pengertian Test Case

Test Case atau Uji Kasus adalah, serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengetahui apakah suatu fitur aplikasi dapat berfungsi atau berjalan dengan baik.

2. Manfaat Test Case

Selain itu,  sebuah dokumen test case akan sangat berguna bagi seorang tester dalam melakukan pengujian aplikasi agar lebih terstruktur. Selain itu, dokumen test case juga bisa digunakan sebagai laporan terkait progres atau perkembangan aplikasi yang sedang dibangun. Mana saja yang sudah berfungsi dengan baik, mana saja yang masih belum berfungsi atau biasa di sebut bug.

3. Format Test Case secara umum

Secara umum, sebuah dokumen test case terdiri dari :
- Fitur
- Test Case ID
- Test Case Description
- Pre-Confition
- Test Step
- Expected Result
- Actual Result
- Status

Fitur, bagian ini berisi nama fitur yang akan di test
Test Case ID, bagian ini berisi ID test case yang kita buat. Test Case Id berguna dalam pelacakan Test Case, misalnya saat terjadi bugs
Test Case Description, bagian ini terdiri dari 2, terkait jenis test case (Valid atau Invalid). Kemudian terkait deskripsi case yang akan di test
Pre-Condition, bagian ini berisi kondisi aplikasi atau fitur aplikasi yang sebelum di test
Test Step, bagian ini berisi langkah-langkah atau skenario test yang kita lakukan
Expected Result, bagian ini berisi kondisi yang di harapkan sebuah fitur ketika berjalan dengan baik
Actual Result, bagian ini berisi kondisi fitur aplikasi setelah di test, apakah sesuai atau kondisinya kebalikan dari yang di harapkan
Status, bagian ini berisi hasil test yang di lakukan (Pass atau Fail)

Setelah kita thu apa itu Test Case dan Format penululisannya. Agar lebih jelas, kita perlu sebuah contoh Test Case. Klik Contoh Test Case Login Aplikasi

Selamat Belajar Sobat YLunak

Sabtu, 16 November 2019


Assalamu’alaikum Sobat YLunak

Seperti judul artikel ini; Contoh Test Case Login. Kali ini kita akan membahas terkait manual testiing, yaitu Test Case Login. Tapi yang Ylunak contohkan, test case secara umum, ya, Sob. Hehe. Oke, kita mulai.

Contoh Test Case Login Aplikasi


Tapi sebelum itu. Kalian sudah tahu atau belum, Test Case itu apa? Kalau belum tahu. Bisa baca Pengertian Test Case dalam Testing Aplikasi  dulu ya biar nyambung. Kalau yang sudah baca, bisa lanjut mengikuti bahasan kita kali ini.

Fitur Login dalam sebuah aplikasi merupakan fitur yang sangat penting. Karena jika ada sebuah bugs dalam fitur ini, kita akan mengalami kendala dalam pengaksesan sebuah aplikasi atau bahkan terkait keamanan data dan akun kita. Contohnya saja, jika ada sebuah case begini,

Ylunak sudah mendaftarkan akun pada aplikasi A (contoh). Dalam proses pendaftaran tersebut, sudah diinfokan, kalau pendaftaran tersebut berhasil. Seharusnya, secara umum, ketika Ylunak login dengan akun yang sudah di daftarkan akan berhasil. Tapi yang terjadi justru kebalikannya. Ylunak tidak bisa login aplikasi A tersebut. Kalau sudah begini, ya kita mau gimana ya? Haha.

Ini adalah contoh fitur login pada aplikasi yang akan kita buat test case nya, 

Contoh tampilan halaman login aplikasi yang akan kita buat test case nya


Oke, kembali ke Test Case. Ini Contoh Test Case Login
Contoh test case

FITUR
TEST CASE ID
TEST CASE DESCRIPTION
PRE-CONDITION
TEST STEP
EXPECTED RESULT
ACTUAL RESULT
STATUS
Login
TC001
Valid
Login menggunakan username dan password yang sudah di daftarkan
User sudah bisa mengakses tampilan login aplikasi
1.Isikan username : Ylunak
2. Isikan password : yl2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login Sukses!” dan proses login berhasil
sesuai
Pass
TC002
Login dengan memperhatikan huruf besar kecil (case sensitive)
1.Isikan username : ylUNak
2. Isikan password : YL2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Tampil alert gagal, tapi user diarahkan ke halaman dashboard aplikasi
Fail

TC003
Invalid
Login menggunakan username yang salah
User sudah bisa mengakses tampilan login aplikasi
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yl2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Tampil alert gagal, tapi user diarahkan ke halaman dashboard aplikasi
Fail

TC004
Login menggunakan password yang salah
1.Isikan username : YLunak
2. Isikan password : yapena
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Sesuai
Pass

TC005
Login menggunakan username dan  password yang salah
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yapena2019
3. Klik tombol masuk
Tampil alert “Login gagal” dan redirect ke halaman login
Sesuai
Pass

TC006
Login menggunakan username dan  password yang sudah terdaftar
1.Isikan username : yapena
2. Isikan password : yapena2019
3. Klik tombol batal
Textfield username dan password akan tereset
Sesuai
Pass

NB : username - password yang sudah di daftarkan yaitu YLunak – yl2019

Nah itulah contoh test case pada fitur login aplikasi. Selamat belajar.